Minggu, 21 Juni 2009

Perencanaan Keuangan kepepet ala anak kost

Senin 22 Juni 2009
Haiii Readers
Sekali ini gua menulis tentang perencanaan keuangan
Gak punya gelar keuangan babar pisan nekat nulis
Eits!!, jangan salah, gini2 gua ini praktisi
Malang melintang di dunia anak kost udah lebih dari 5 tahun (Jadi anak kost koq bangga???)
Klo ada gelar Master of Finance in limited resources pasti gua ambil, and optimis jadi pengajar.
Sayangnya gak pernah ada wawancara TV yang membutuhkan pengamat dan praktisi anak kost,he3.

Oke
Berikut adalah beberapa tips menjaga keuangan teteup terjaga, terutama selama hidup di kost sendiri n biaya bulanan limited. This based on true experience since 1999 (ngekost sejak 1999 maksudnya, ha3)
  1. Biasakan menggunakan produk dengan kemasan sachet (??@##??). Well, kemasan botol memang lebih murah per mililiternya, tapi secara perilaku tanpa disadari kita sering menuang terlalu banyak klo memakai (nuang shampo udah kayak nuang saos tomat di bakso, padahal rambut cuma segitu2 aja). Kemasan sachet membantu sisi psikologis kita untuk melakukan penghitungan, dan dampaknya klo nyobek sachet kebanyakan kita merasa banyak (coba aja nyobek 5 sachet, kan kesannya banyak, padahal cuma 25 ml)
  2. Biasakan makan sesuai kebutuhan tubuh, jangan overdosis. Bagi yang biasa makan 3 kali + jajan bakso 2 kali + ngemil 4 kali, saatnya kembali ke nature. Tubuh cuma segini2 aja, gak butuh kalori segitu banyak tuh. Awalnya pasti sulit, dengan latihan lama2 makan bisa disesuaikan. Klo lebih sering molor tidur, jangan makan banyak2, penyakit pada dateng, dan penyakit=biaya.
  3. Gak ada yang lebih murah daripada hidup sehat, penyakit itu banyak makan biaya. So, jangan lupa gosok gigi (ntar lubang mahal loh nambal, 1 gigi= 200rb, belum klo harus medical check up, kebayang tuh). Mandi teratur, jangan nunggu hari baik aja baru mandi. (biasanya klo di kost suka mandi seadanya, seadanya air maksudnya. Soalnya kost sering mati airnya). Bersiin kamar, buka jendela, dan kunci pintu (ntar maling masuk)
  4. Buat upper limit (hayah!! apalagi ini), batas atas maksudnya. Batas atas untuk apa? Batas atas untuk makan dan untuk keperluan yang lain. MIsal: Batas atas sekali makan adalah Rp.10.000,. Sabun Rp. 5000, Shampo Rp, 25.000, pulsa Rp.50.000. Klo udah dibuat, patuhi batas tersebut. Misal, Klo makan jangan lewat 10.000. Jadinya pengeluaran per bulan bisa direncanakan di awal bulan. Klo sekali makan 10.000, berarti sebulan Rp. 900.000 untuk makan (lumayan gede ya). Klo bisa di bawah batas berarti terjadi penghematan dan uangnya bisa di saving untuk keperluan lain.
  5. Biasakan nyimpen kembalian (bang bing bung yuk qt Nabung,nyook!), biar cuma seceng (1000) atau gopek (500). Jangan ngeremehin duit segini lo. Klo sehari ada 3000 rupiah yang disisihkan, akhir bulan ada 90.000, bisa dipakai beli pulsa tuh, buat nelpon cewek atau keluarga.
  6. Pakailah operator selular yang banyak nawarin gratisan... Klo perlu sak Hpnya gratis (minjem ama pren. Pren, minjem hpnya dunk pren!), just kidding guys. Tapi beneran, saatnya bijak pakai telpon, klo perlu manfaatin YM dan facebook.
  7. Saatnya menerapkan lagu Meggy Z, Do it Yourself. Maksudnya masak, masak sendiri, nyuci, nyuci sendiri, jahit-jahit sendiri. Klo perlu sambil muter lagunya, biar lebih menghayati (Gak sekalian lagu orang termiskin didunia atau sepiring berdua neh??). Terutama untuk nyuci dan setrika, jauh lebih hemat nyuci dan setrika sendiri, sabun paling abis sekilo sebulan (ini udah berlebihan), dengan sedikit latihan bisalah kita menguasai ajian gosok mulus (walaupun gak secepat bibi di rumah).
  8. Cari kost yang bayarnya boleh bulanan, jangan yang harus bayar 6 bulan di depan (ini kost tipe restoran fast food yah, bayar dulu). Klo perlu pakai ilmu pengasihan ama ibu kost. "Kasihan bu, sudah 2 hari gak makan, kasihan bu,kiriman belum dateng, bayar kostnya dua minggu lagi ya, Pleeaaseee"
  9. Berhati hatilah terhadap parasit penghuni gelap. Bayar kost enggak, tapi sendalnya di depan kamar terus (orangnya tidur di kasur kita, kita tidur di lantai). Klo di usir adaaa aja alasannya. Pinjem komputerlah, mo belajar disini, lagi ada masalah ama ceweknya lah (emang gua apaan??). Udah gitu menghabiskan resources kita, mulai biskuit sampai odol tiba2 ilang. Bukannya qt gak sayang temen, tapi yang begini ini temen yang gak kira2 neh (ada juga loh, dunia emang warna warni).
  10. Berdoalah, karena rejeki dateng dari Tuhan juga. Kadang2 ada aja keajaiban dimana kita dapet rejeki tak terduga. (Siapa tahu ada yang nawari kuis uang kaget 10 juta, trus boleh dipakai belanja, asik tuh, jadi mupeng neh)

Ok, sampai disini dulu tipsnya. Hanya sharing aja, klo ada yang kurang berkenan sory aja deh.
Bagi yang gak pernah kesulitan doku saat kost, bersyukurlah, berarti termasuk orang yang berkelimpahan tuh...

Sabtu, 20 Juni 2009

Marsini, oh Marsini

20 Juni 2009
To all readrs
Baca judul diatas, pasti mengira Marsini itu siapa gitu.
Cewek baru gue atau siapa yah.
Eits!! don't get me wrong
Marsini adalah nama tempat kost gue.

Wisma Marsini, jalan Margonda Raya 477, (sekalian dipromosiin gratis).

Hmm, gimana ya menceritakan kost ini?
Kost campur (kayak es dunk), cewe cowo. Cewek lt 1 cowok lantai 2.

Masih ditambah beberapa paviliun di sekitarnya, dan ada kamar pakai ac di belakang.
Perkenalan pertama dengan Marsini hmmmmm, gambar mulai mengombak dan wolaa!!, cerita flashback.

Sekarang kita berada di bulan Agustus 2007, tanggal 23 tepatnya.
Seorang calon mahasiswa doktoral yang sudah setengah frustrasi mencari tempat kost melangkah gontai.

"Huuh", keluhnya. Sudah keliling kesana kemari gak ada tempat kost yang cocok. Di kukusan tempat kost ku dulu, orangnya yang jaga udah ganti, bayar kost harus jreng 6 bulan didepan (2,4jt), mana ada uang segitu. Kost yang lain udah penuh dibooking. Bea siswa masih dalam proses lagi. Tiba2 dia teringat, eh, di Margonda Raya kan ada tempat kost, dulu temenku disitu.

Semangat mulai muncul, dengan langkah bergegas (tu wa ga pat, kayak gerak jalan cepat).
Tiba di depan gerbang.....Wisma Marsini. "Hmm" tahun 1999 kayaknya tempat ini lebih bagus deh, pagarnya tanamannya. Ah masuk aja ah.., Bismilah, dapat tempat kost.

Ketemu mas2 di depan, "Mas, mau nanya kost dimana ya?", "oh langsung aja ke wartel" jawabnya.
Tuk tuk tuk tuk, jalan ke wartel, buka pintu. "Misi mbak, mo nanya kost". Ternyata yang jaga namanya mbak Titin.
Singkat cerita gue dibawa keliling Marsini dan jatuh hatilah pada kamar nomor A14 (awalnya gue kira nomor A16, habis penomorannya gak jelas sih)
"Disini sewanya 500 rb/bulan, bayar pertamanya 3 bulan, trus selanjutnya bisa bulanan" kata mbak Titin (si mbak bisa aja). "Alhamdulilah", batin gue (cocok untuk kantong gue yang lagi cekak), beban bisa dibagi.
"Oya, klo bawa alat listrik gak nambah lagi kok, Air mineral galon di bawah juga gratis, fasilitas kost (asal jangan diangkut sak galon nya)". Baik betul neh yang punya kost.

OK, now back to the Future, Zap, zap.
Year 2009 June, 20
Well readers, sejak saat itu aku berteduh di Marsini, it's my second home.

Ada beberapa ciri dari kost ini yang menguntungkan mahasiswa doktoral

  1. Anak2nya cenderung lebih suka sibuk dengan urusan belajarnya sendiri (so bisa menyepi dengan tenang)
  2. Air mineral gratisan (kebayang gak pengeluaran air mineral sebulan bisa dihemat), cocok bagi yang ngepas duitnya
  3. No additional charge. (Bawa laptop, sampai kulkas gak ada biaya tambahan, klo listrik cukup gue bawa mesin cuci sendiri)
  4. Strategis, di sebelah ada pijat refleksi, klo capek belajar bisa langsung pijat, 40.000 sejam (tahun 2009)
  5. Di depan ada rumah sakit (siapa tahu kan?? ada dokter gigi dan juga)
  6. Harga relatif tak terimbas inflasi (gue udah 2 tahun kost gak naik)
  7. Kamarnya kayak paviliun, tanggung jawab dan mandiri lebih besar (jadi lebih bisa memahami lagu Meggy Z, masak-masak sendiri, cuci-cuci sendiri...sya la la la la)
Well, itulah sekelumit kisahku dengan Marsini. He2, I love this kost, go Mike (gak nyambung)

C.U. in another moment



Jumat, 19 Juni 2009

Menggebuk Nyamuk dengan Laptop

To all readers
Warning: Don't try this at home

Cerita bermula ketika hendak ujian preliminary, dimana jurnal yang harus dibaca segambreng.
Tidur udah gak jelas, jalan sambil bicara sendiri (karena berusaha ngapalin jurnal), makan mulai gak sehat (udah gak lihat apa yang ditelan, yang penting segera balik ke kos).

Well, one night entah kenapa di kos banyak sekali nyamuk.
sudah pakai autan, mikatih (minyak kayu putih), dan bau2 an lain masih juga gak mempan. Kayaknya ilmu gua kalah sama ni nyamuk, mungkin dia belajar ama ki nyamuk sableng pamungkas, atau jangan2 ini nyamuk jadi2 an yang cari pesugihan (serem juga kan?, siapa tahu). Dompet segera diamankan (siapa tahu dia ngincer duit gua yang udah tinggal segitu2 nya).

Walhasil, tidur diputuskan dalam keadaan siaga penuh, lampu menyala, sambil disebelah ditemenin laptop yang muter suara2 aneh yang katanya bisa bikin otak pinter (segala cara dipakai untuk lulus ujian, mulai yang masuk akal sampai yang gak jelas)

Sekitar jam 3 pagi setengah sadar gue ngelihat nyamuk bertengger di tumpukan buku di depan hidung. Refleks, tangan gua meraih barang yang ada di belakang gue, gue kira itu buku, dan....

Praak!!!, nyamuk itu gue pukul mati, yess,yess, sukses. CUMAN........
Celakanya gua tadi mukul nyamuk pakai laptop 12" gue yang gue kira buku.

Mak Deg, jantung gue berhenti sesaat, gue lihat ada pecahan kaca di lantai...begitu gua buka layar laptop....
Hiks2 layar laptop gue ancur seancur ancurnya
Waaaaaaaaa :(, nangis dah gua. Ini kan laptop kesayangan guaaaaa. Dasar nyamuk sialan, mati aja pakai ngancurin laptop.

Well, kesedihan gak berlangsung lama, soalnya sekarang ada alasan buat cari laptop baru, smile
Semua ada hikmahnya

Panasnya tobat

Sabtu 21 Juni 2009

Jam 13.31 (ntah kenapa begitu lihat jam kok pas dapet nomor cantik, inikah pertanda??)

Sudah lebih dari satu jam tidak bisa menjalankan hobi bobo siang
Entah kenapa Depok kali ini puanas buanget.
Tidur di kasur, badan rebah, mata tetap memandang langit-langit kamar kos yang kosong.
Diam....
tiba2 keringat mengalir dari dahi, 1,2,3, tambah banyaaak
Alamaak panas betul.
Mana kamar gue kelas ekonomi lagi, gak pakai AC n kipas angin, just plain, natural.
Wuah, langsung lompat dari kasur, perlu pertolongan pertama neh. Air putih, gluk3, buka semua akses udara, klo perlu pintu dibuka, waahhh, luar biasa.
Akhirnya sambil sebel2 nulis blog ini.
Bukan karena apa2, tapi karena laptop gue letaknya dekat jendela, jadi sambil ngetik sambil semriwing



Makan Ice Cream Ragusa
Rabu, 17 Juni 2009
Sebuah Janji yang tertunda setelah lulus sidang proposal, traktir temen ke Ragusa (dan tentu ada mau yang lain He3, bantuan sebar kuesiner tentunya)
Janjian jam 9, biasa, tidur molor, jam 8.15 baru bangun
"Tunggu aja di stasiun Juanda" sms terakhir dari temen.
Keluar dari kamar kos mak bet!, berkelebat ala Bruce Wayne mo jadi Batman, tak lupa odol, anduk, sabun, ember turut serta.
Jam 9 harus ontime di sta. UI neh. Sambil setengah lari pagi (jam 9 masih masuk lari pagi kan?) diliatin kiri kanan (dikira copet mungkin)
Ngos2! bunyi napas, jadi ingat umur.
Antri beli tiket sambil nanya bapak petugas, "Pak kereta ekonomi Ac sudah lewat?"
"Wah hari ini keretanya telat, belum masuk"
Fyuh, heh3, napa di negri ini transportasi gak bisa diandalkan?
"Ya udahlah pak, 1 ekonomi AC", Lemezz Sambil pegangan kaca loket.
Bayar tiket pakai uang cemban kembali 4500. Baru jalan beberapa langkah terdengar suara merayu syahdu, "Pak kasih pak, kasihan pak". Kasih daah (kayak iklannya apa ya???)
Dalam hati berkata, pintar juga ibu ini, ngemis aja ngerti positioning (paling gak menempatkan diri dekat loket kereta, banyak uang kembalian).
Nunggu kereta baru jam 9.30 datang, Alhamdulillah (kita harus banyak bersyukur, pesan nenek).
Kereta datang, seperti biasa penuh2 longgar (penuh orangnya, tapi masih longgar untuk bernapas).
Sms ke teman, sudah dimana, baru selesai mandi n siap2 ke stasiun (Alon2 asal kelakon).
Singkat cerita jam 10.15 tiba dengan selamat di Juanda. Nunggu teman.
1 kereta lewat, 2 kereta lewat, 3 kereta lewat, lah, naik kereta yang mana nih si temen.
Akhirnya kereta keempat dia datang, lengkap dengan anak.
Ok, jalan kaki deh ke Ragusa, makan ice, gado2 dan otak2 (knapa semua makanannya pakai kata ulang: gado2, otak2, sebelahnya ada orang jual te sate).
Ice creamnya emang lembut banget, pesen chocolate sundae, kirain kayak di Mc D, ternyata pakai kacang. Makan ice cream coklat kacang, plus gado2, overdosis kacang neh.
Selesai makan manggil pelayannya yang sudah berpengalaman (dari usianya sih sepertinya merupakan saksi sejarah, banyak makan asam garam, eh salah banyak makan ice cream kalee)
Selesai kasih uang di nampan, eh kembaliannya ditungguin, sambil tersenyum penuh makna gitu (emang gua cowok apaan). Begitu ditinggalin goceng, senyum dah...
Well, hari itu berlalu baik, walaupun sempat ngos2an pagi2. Paling tidak pulangnya ontime keretanya, pakuan AC berhenti UI.
CU on next moment